Rabu, 26 Juni 2013

Tujuan Berbicara



Tujuan keterampilan berbicara

Tujuan Berbicara

Tujuan utama berbicara adalah untuk berkomunikasi. Komunikasi merupakan pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Oleh karena itu, agar dapat menyampaikan pesan secara efektif, pembicara harus memahami apa yang akan disampaikan atau dikomunikasikan.
Seorang pembicara dalam menyampaikan pesan kepada orang lain pasti mempunyai tujuan, ingin mendapatkan responsi atau reaksi. Responsi atau reaksi itu merupakan suatu hal yang menjadi harapan. Tujuan atau harapan pembicaraan sangat tergantung dari keadaan dan keinginan pembicara.   Secara umum tujuan pembicaraan adalah sebagai berikut:
a.  mendorong atau menstimulasi,
b.  meyakinkan,
c.  menggerakkan, 
d.  menginformasikan, dan
e.  menghibur.

Tujuan suatu uraian dikatakan mendorong atau menstimulasi apabila pembicara berusaha memberi semangat dan gairah hidup  kepada pendengar. Reaksi yang diharapkan adalah menimbulkan inpirasi atau membangkitkan emosi para pendengar. Misalnya, pidato Ketua Umum Koni di hadapan para atlet yang bertanding di luar negeri bertujuan agar para atlet memiliki semangat bertanding yang cukup tinggi dalam rangka membela  Negara.
Tujuan suatu uaraian atau ceramah dikatakan meyakinkan   apabila pembicara berusaha mempengaruhi keyakinan, pendapat atau sikap para pendengar. Alat yang paling penting dalam uraian itu adalah argumentasi. Untuk itu diperlukan bukti, fakta, dan contoh konkret  yang dapat memperkuat uraian untuk meyakinkan pendengar. Reaksi yang diharapkan adalah adanya persesuain keyakinan, pendapat atau sikap atas persoalan yang disampaikan.
Tujuan suatu uraian disebut menggerakkan  apabla pembicara menghendaki adanya tindakan atau erbuatan dari para pendengar. Misalnya, berupa seruan persetujuan atau ketidaksetujuan, pengumpulan dana, penandatanganan suatu resolusi, mengadakan aksi sosial.    Dasar dari tindakan  atau perbuatan itu adalah keyakinan yang mendalam  atau terbakarnya emosi.
Tujuan suatu uraian dikatakan menginformasikan apabila pembicara ingin memberi informasi tentang sesuatu   agar para pendengar dapat mengerti dan memahaminya. Misalnya  seorang guru menyampaikan pelajaran di kelas, seorang dokter menyampaikan masalah kebersihan lingkungan, seorang polisi menyampaikan masalah tertib berlalu lintas, dan  sebagainya.
Tujuan suatu uraian dikatakan   menghibur, apabila pembicara bermaksud menggembirakan atau menyenangkan  para pendengarnya. Pembicaraan seperti ini biasanya dilakukan dalam  suatu  resepsi, ulang tahun,  pesta, atau pertemuan gembira lainnya. Humor merupakan alat yang paling utama dalam uraian seperti itu. Reaksi  atau response  yang diharapkan adalah  timbulnya rasa gembira, senang, dan bahagia  pada hati pendengar. 
Berikut beberapa pendapat tentang tujuan berbicara diantaranya:
 Tarigan mengemukakan bahwa berbicara mempunyai tiga maksud umum yaitu untuk memberitahukan dan melaporkan (to inform), menjamu dan menghibur (to entertain), serta untuk membujuk, mengajak, mendesak dan meyakinkan (to persuade).

Gorys Keraf dalam St. Y. Slamet dan Amir (1996: 46-47) mengemukakan tujuan berbicara diantaranya adalah untuk meyakinkan pendengar, menghendaki tindakan atau reaksi fisik pendengar, memberitahukan, dan menyenangkan para pendengar. Pendapat ini tidak hanya menekankan bahwa tujuan berbicara hanya untuk memberitahukan, meyakinkan,  menghibur, namun juga menghendaki reaksi fisik atau tindakan dari si pendengar atau penyimak.

Menurut Tarigan (1981:16), berbicara mempunyai tiga maksud umum, yaitu: 1) memberitahukan, melaporkan (to inform); 2) menjamu, menghibur (to entertain); dan 3) membujuk, mengajak, mendesak, meyakinkan (to persuade).

Sementara itu, Menurut Fowler (dalam Ahmadi, 1990:19), tujuan keterampilan berbicara mencakup beberapa hal.
1)    Mudah dan lancar atau fasih berbicara
2)    Kejelasan berbicara
3)    Bertanggung jawab
4)    Membentuk pendengar yang kritis

Tim LBB SSC Intersolusi (2006:84) berpendapat bahwa tujuan berbicara ialah untuk:
(1) memberitahukan sesuatu kepada pendengar,
(2) meyakinkan atau mempengaruhi pendengar, dan
(3) menghibur pendengar.
Pendapat ini mempunyai maksud yang sama dengan pendapat-pendapat yang telah diuraikan di atas.

Berdasarkan beberapa pendapat yang telah dikemukakan di atas, dapat disimpulkan bahwa
tujuan berbicara yang utama ialah untuk berkomunikasi. Sedangkan tujuan berbicara secara umum  ialah untuk memberitahukan atau melaporkan informasi kepada penerima informasi, meyakinkan atau mempengaruhi penerima informasi, untuk menghibur, serta menghendaki reaksi dari pendengar atau penerima informasi.
2.1 Syarat berbicara
Ada sebagian orang yang mengumbar kata-kata tanpa melihat atau memperdulikan akibat dan pengaruh dari perkataannya. Anda dapati orang tersebut berkata apa saja tanpa peduli akan bencana atau kesulitan yang diakibatkan oleh kata-katanya itu. Padahal bisa jadi, perkataannya itu justru menyebabkan dirinya mati terbunuh, menyulut api permusuhan, atau mengobarkan peperangan dan lain sebagainya.
Aktsam bin Shaifi rahimahullah berkata:
“Orang bisa terbunuh akibat sesuatu di antara kedua rahangnya” (1)
Yakni lidahnya (Pepatah: Mulutmu harimaumu)
Dalam  berbicara ada faktor yang perlu diperhatikan, yaitu: (1)  pembicara, dan (2) pendengar. Kedua faktor tersebut akan menentukan berhasil atau tidaknya kegiatan berbicara. Di bawah ini  kedua faktor tersebut akan  dibahas satu persatu.

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar